Betolaklah Ke Tempat Yang Lebih Dalam

Jeruk adalah salah saatu dari banyak buah yang digemari oleh berbagai kalangan dan usia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Apalagi jika dapat memetik buahnya secara langsung di kebun jeruk sambil menikmati kesegaran buahnya.

Inilah juga yang saya alami dimasa kecil. Ketika liburan tiba dan kami mengunjungi tanah kelahiran kedua orangtua. Salah satu hal yang tak pernah terlewatkan adalah moment memanen jeruk diladang (kebun), sambil membawa, keranjang, memilih, dan memetik jeruk terbaik sesuai keinginan. Yang pasti jeruk yang diharapkan adalah jeruk segar, berwarna kuning cerah dan manis.

Namun, kali ini saya tidaklah membahas seberapa banyak jeruk yang saya panen ataupun kepada siapa saja jeruk itu saya jadikan oleh-oleh (buah tangan). Sebab di hari penuh rahmat ini, saya mencoba untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam, menebarkan jala iman dan menagkap refleksi didalamnya.

Suatu pohon jeruk yang besar dan berbuah pastilah berawal dari sebuah bibit jeruk. Setiap bibit yang ada akan dipelihara, diberi pupuk yang sama. Disiram dengan kualitas air yang sama, dan diberi perawatan sedemikian rupa agar hasil panen sesuai dengan kehendak dan harapan sang pemilik kebun jeruk.

Ternyata dalam perjalanan waktu, setiap bibit jeruk memiliki daya tumbuh yang berbeda, daya serap yang berbeda, daya mengolah makanan yang berbeda pula. Hal-hal tersebut membuat kualitas pohon jeruk menjadi berbeda. meskipun telah diberi pupuk yang sama. Ada yang berdaun lebat,berbuah banyak, besar dan manis. Ada yang berdaun lebat, namun buahnya sedikit. Ada pula yang kerdil dan buahnya terasa asam. Dan ada juga yang berbatang besar namun sering tumbabng karena akar tak cukup kuat. Itulah variasi hasil bibit yang dapat berbuah dalam perkembangannya.

Saat ini saya bagaikan salah satu bibit jeruk yang mulai ditanam di kebun jeruk milik Tuhan, yang dikelola oleh kongregasi OSF. Ada kalanya saya di pupuk, disiram, dan juga dipangkas. Semua hal yang ditanamkan dan diajari di masa pembinaan adlaah hal-hal yang dapat diperoleh oleh semua bibit.

Setelah saya menerima semua itu, saya menyadari bahwa untuk mencapai hasil yang diharapkan, tidaklah cukup dengan hanya bekerja dan mengembangkan hal-hal jasmani saya, yang hanya terlihat oleg mata manusiawi. Saya mesti memiliki daya dari dalam. Daya untuk bertumbuh subur dalam hal baik dan benar, daya untuk menyerap hal-hal rohani (pupuk dan air), daya untuk beradaptasi dengan lingkungan (cuaca) dan daya untuk berani memangkas kecendrungan (ranting keping) yang dapat menghambat pertumbuhan hidup panggilan.

Semua bertujuan agar bibit yang sudah baik, tetap semakin baik dan memiliki akar (hidup rohoani) yang kokoh untuk mendukung dan menopang pertumbuhan keseluruhan bagian hidup. Saya percaya bahwa dalam pemeliharaan Tuhan, sang pemilik kebun jeruk, saya dapat hidup bertumbuh, berkembang, berbuah, dan buah itu manis. Semoga setiap orang yang mengalami kemanisan buahnya, juga mau menjadi salah satu pohon jeruk di ladang Tuhan ini. Tuhan yang sellau menyediakan dan menyelenggarakan. Deus Providebit.

Sr. M. Paschaline

Novis II

Related Post

SEJENAK HENINGSEJENAK HENING

HARI MINGGU BIASA KE XIV Injil  Matius 11: 25-30 Ajakan Juru Selamat 25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau

You cannot copy content of this page