Kisah – Kasih Pekan Laudato Si’

Komunitas St. Elisabeth Semarang

Lima tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 24 Mei 2015 Paus Fransiskus  mengeluarkan ensiklik Laudato Si’ yang berbicara dengan jelas perihal masa depan bumi sebagai rumah bersama, sekaligus menyatakan posisi Gereja yang berpihak pada upaya pemulihan bumi yang perlahan mengalami krisis yang serius. Orang miskin dan terlantar akan menjadi pihak yang paling dirugikan. Generasi mendatang akan mengalami situasi dunia yang semakin buruk.

Kita semua menyadari bahwa perjuangan untuk mengusahakan bumi yang lebih baik belum selesai. Maka dari itu Paus Fransiskus mengajak semua pihak untuk terlibat dalam “pekan Laudato Si’” yang diadakan pada tanggal 16-24 Mei 2020. Pada pekan itu, pelbagai kegiatan dilakukan untuk memperingati “Laudato Si’” sekaligus untuk bergerak lebih berani dan bersama-sama memperjuangkan bumi yang lebih baik.

Untuk menanggapi pesan Paus Fransiskus tersebut, kami, para suster OSF komunitas St. Elisabeth Semarang mengisi pekan Laudato Si’ dengan berbagai kegiatan di sekitar lingkungan biara dan Rumah Sakit Elisabeth Semarang (RSE) .

Sebagai langkah awal, pada hari sabtu tanggal 16 mei 2020 Sr. M. Karla, OSF sebagai penanggung jawab JPIC komunitas St. Elisabeth mengumumkan kegiatan apa saja yang akan dilakukan bersama dalam pekan Laudato Si’ ini.

Kegiatan yang dilakukan antara lain berkebun bersama di kebun biara pada hari minggu, berkebun di asrama Cicilia dan Goreti, meremajakan tanaman-tanaman pot di biara, berkebun di sekitar ruang St. Anna atau kompleks RSE , penanaman 20 pohon di bandungan dan ibadat JPIC yang dilakukan secara pribadi.

Sebagai pendukung kegiatan disiapkan papan tulis “Pekan Laudato Si’”, papan tulis tersebut bertujuan agar para suster yang sudah melakukan gerakan Laudato Si’ baik secara pribadi maupun bersama, dapat saling membagikan pengalaman dalam merawat dan memperhatikan alam sekitar lewat foto dan tulisan-tulisan kecil yang ditempelkan di papan tulis “pekan Laudato Si’” tersebut.

Pekan Laudato Si’ juga menjadi moment yang tepat untuk mengingatkan kembali komitmen JPIC para suster OSF seperti hemat air, listrik, kertas, melakukan pemilahan sampah, mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan tumbler atau tempat makan, tidak membully dan tidak menggosip.

Sejak hari pertama dalam pekan Laudato Si’, para suster telah memberikan tanggapan yang baik, hal tersebut terlihat dari foto-foto kegiatan seperti berkebun, memelihara tanaman dan menanam pohon yang di tempelkan di papan “pekan Laudato Si’”.

Hari kedua diisi dengan kegiatan berkebun bersama di kebun biara, suasana kekeluargaan yang kental sangat terasa saat para suster turun bersama untuk memelihara tanaman, seperti memberi pupuk, mencangkul atau menggembur tanah di sekitar tanaman yang hampir mati dan menyirami tanaman.

Di sekitar kompleks rumah sakit terdapat dua asrama yaitu Cicilia dan Goretti yang diperuntukan bagi karyawati  RSE. Hari ketiga pekan Laudato Si’ dilakukan di sekitar asrama. Sr. M. Gemma, OSF selaku penangung jawab asrama putri bersama dengan beberapa anak asrama membersihkan kebun asrama dan menanam beberapa jenis sayuran.

Hari keempat sampai keenam di isi dengan kegiatan meremajakan pot tanaman di biara,  memanen buah-buahan yang mulai masak dan memetik sayuran dari kebun biara. Tak lupa setelah kegiatan memanen selesai, kami melakukan penyemaian kembali bibit-bibit sayuran.

Pada hari ke tujuh, Sr. M. Yosina, OSF dan Sr. M. Marieta, OSF berkebun di sekitar Ruang St.  Anna (salah satu ruang perawatan di Komplek RSE) dengan dibantu oleh beberapa karyawan.

Pada hari Jumat, 22 Juni 2020 Pkl 17.45 WIB, komunitas kami mengadakan Ibadat JPIC secara pribadi. Ibadat JPIC menjadi salah satu kegiatan yang sanggat bermanfaat untuk menanamkan rasa syukur yang tinggi kepada Tuhan yang telah menciptakan seluruh alam semesta. Karena dilakukan secara pribadi maka para suster diberi kesempatan untuk berdoa di taman, kebun biara atau di ruang rekreasi yang berhadapan dengan taman agar bisa lebih merasakan kesatuan dengan alam.

Pada hari minggu tanggal 24 Mei 2020, bertepatan dengan lima tahun dikeluarkanya Ensiklik Laudato Si’ oleh Paus Fransiskus, para suster kembali berkebun bersama di sekitar biara.

Pada siang hari tepatnya pada Pkl 12:00 WIB kami mendoakan bersama doa “pekan Ludato Si” atau doa untuk bumi secara pribadi namun serentak setelah doa Ratu Surga. Pada hari ini juga bertepatan dengan hari raya idul fitri bagi umat muslim, sebagai bentuk persaudaraan para suster membuat beberapa video ucapan selamat hari raya Idul Fitri bagi seluruh umat muslim.

Pekan Laudato Si’ menjadi pekan yang penuh rahmat bagi umat katolik pada umumnya dan secara khusus bagi kami, para suster OSF komunitas St. Elisabeth Semarang, dimana dalam sepekan ini banyak kegiatan yang dilakukan bersama sehingga semakin menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat dan terlebih kepekaan akan alam sekitar yang kerap kali tidak sempat di perhatikan.

Semoga setiap komitmen yang sudah ditentukan dan semua usaha yang telah dilakukan untuk semakin merawat bumi dan mencintai sesama tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari terlebih sebagai seorang Fransiskan yang memiliki semangat spiritualitas “bersaudara dengan seluruh alam ciptaan”.

Semarang, 26 Mei 2020
Pax et Bonum
Penulis: Sr. M. Theresina, OSF

Related Post

SEJENAK HENINGSEJENAK HENING

HARI MINGGU BIASA KE XIV Injil  Matius 11: 25-30 Ajakan Juru Selamat 25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau

You cannot copy content of this page